Indonesia English

Rapat Streamlining Isu Digital Forum G20 KOMINFO dengan Pelaku Industri

Ditulis pada Jumat, 07 Januari 2022 | Kategori: Online | Dilihat 480 kali

Jakarta, 19 November 2021

Sebagaimana keterangan resmi dari Kemkominfo RI  perihal diputuskannya dalam Sidang Digital Ministers Meeting G20 tanggal 5 Agustus 2021 di Trieste, Italia mengenai Digital Economy Task Force (DETF) yang telah dielevasi menjadi Digital Economy Working Group (DEWG). Dengan elevasi ini, DEWG diharapkan menjadi leading sector untuk semua isu terkait digitalisasi / transformasi , Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Komindo selaku pengampu DEWG mengundang  rapat streamlining isu Digital Forum G20 yang dilaksanakan pada Jumat, 19 November 2021 dengan pemangku kepentingan sektor Digital baik pemerintah dan sektor industri terkait, beberapa subjek jalannya pembehasan rapat yang meliputi a,l:

  • Arahan oleh Bapak Menteri Kominfo Diskusi dengan perwakilan pelaku industrdigital di setiap Working Group (WG) dan Engagement Group (EG) G20.
  • Penjelasan DEWG oleh Sekretaris Jenderal Kemenkominfo  .
  • Diskusi Menteri Komminfo R.I dengan pemangku industry digital di tanah air.

Dalam arahannya Menteri Komunikasi dan Informatika Jhoni Plate memberikan gambaran Forum G20  yang diikuti Indonesia memperhatikan  dua hal dalam kaitannya dengan Isu Digital, Bahrwa rangkaian Isue yang diangkat dalam G20 meliputi transisi energy  ekonomi hijau dan transisi digital menjadi ekonomi digital. Dalam kaitannya dengan Isu Digital merupakan kelanjutan dari G20 sebelumnya guna menindak lanjutinya melalui  sherpa track, finance track, working group dan forum group sebagai latar belakang kegiatan ini merupakan penugasan Bapak Presiden sebagai penerimaan Presidensi G20 sehingga untuk penugasan Digital Economy Task Force (DETF) menjadi Digital Economy Working Group (DEWG) Indonesia perlu menyiapakan Subtansi Digital yang lebih luas yang meliputi Industri digital dari hulu ke hilir, penyiapan infrastrukur yang merata, infrastruktur hilir guna penyiapan pusat data, penyiapan talenta digital dan regulasi digital, Disampaikan pula hasil Sidang Digital Minister Meeting G20 yang diadakan di Italia menyampaikan pandangan dalam hal transisi digital a,l  Konektivitas dan pemulihan  Pasca Covid 19`, Digital Literasi dan Ketrampilan Digital dan Arus Batas Lintas Negara Digital.

Secara garis besar isue recover economi menjadi isue penting selama masa pandemic covid 19 pada pembahasan economy digital  yang merupakan economy super cycle , menjadikan permasalahan digital yang  dihadapi merupakan permasalahan tarik ulur yaitu kepentingan ekonomi yang terbuka dari arus  informasi , akan tetapi  disisi lain kedaulatan yuridksi negara dan geostartegis Indonesia perlu melindungi potensi ekonomi pasar yang besar sebagai landasan kepentingan nasional.

Untuk itu  Pemerintah perlu mendukung kepentingan industry di hulu seperti teknologi 5 G  dengan regulasinya dari tiga hal yang disampaikan pada sidang digital minister, sehingga dalam penyelenggaraan ekonomi working group agar para pelaku industri bisa turut proaktif pada G20 Summit nanti, Pada Deklarasi Ministry Summit yang salah satunya Ministry Digital Economy Working Group diharapkan peran dunia usaha dapat berperan aktif memperkenalkan tantangan profile companynya dalam menghadapi ekonomi  global pada sektor digital yang dinaungi oleh kominfo, disampaikan pada pertemuan  working group dibidang digital nanti akan dibahas  baik dari segi regulasi maupun ekonomi seperti E-Commerce guna mempersiapkan pasar ekonomi nasional sehingga  dapat di isi oleh pasar nasional , disamping itu perlu disiapkan kesiapan energy untuk data consumtion  sd 10 Watt / Kapita , flow data jangan sampai bocor yaitu data dapat dicegah  dari serangan siber dalam menjaga ruang data nasional, untuk hal tersebut perlu  regrouping pada bidang usaha industri hulu hingga hilir dibidang digital , sebagai contoh fintech ada yang dikelola oelh pemerintah atau OJK akan tetapi infrastruktur ada dikominfo untuk itu perlu perkuatan menghadapi G20 Summit.

Pada presentasi selanjutnya Mira Tayyiba Sekretaris Jendral KOMINFO menjelaskan latar belakang pertemuan G20 terkait Digital Economy Working Group (DEWG) yang merupaka elevasi dari Digital Economi task Force yang bersifat Ad Hoc yang pertemuan pertamanya di Turki Th 2015 , beberapa elevasi dijelaskan sebagai berikut :

  1. DEWG memiliki mandat penting yang lebih kuat untuk mengenal pelaksanaan kebijakan dan komitmen yang telah disepakati pada pertemuan pertemuan sebelumnya.
  2. DEWG memiliki struktur pelaporan, linimasa dan frekwensi sidang serta pertemuan tingkat menteri yang lebi terukur.
  3. DEWG akan berfokus pada topik ekonomi digital termasuk dalam konteks pelayanan public
  4. DEWG dapat diamanatkan untuk streaming isu digital lintas working group, engament group ataupun track.

Hal ini menjadikan Indonesia menjadi negara pertama yang mengangkat Isue Digital pada Working Group dengan ditunjuknya Indonesia sebagai Presidensi G20 menjadikan Working Group  juga akan membahas lintas sektoral pada bidang digital,  Untuk itu  KOMINFO sebagai pengampunya memiliki peranannya pada bidang digital di G20, sehingga pada pemaparan dalam rapat ini dapat dijadikan masukan atau usulan  dari peserta forum rapat,

Beberapa bahan masukan dari perwakilan bidang  Asosiasi Digital, Operator  dan industry  yang antara lain IDEA,     PT Telekomunikasi Indonesia Tbk,  PT Indosat Tbk ,  Go To , Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia , APTIKNAS , meliputi  usulan ;

  1. Kebutuhan Transfer teknologi digital agar ada pemerataan di seluruh negara G20, penekanan E Commerce terkait UMKM di Indonesia dapat fasilitasi untuk  Cross Border di forum G20.
  2. Pemanfaatan E Commerce di Indonesia dapat difasilitasi untuk kepentingan ekspor ke negara-negara G20.
  3. Pada B20 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sudah ditunjuk untuk pelaksaaan Taskforce  , Team yang dibentuk oleh PT Telekomunikasi Indonesia sedang merumuskan untuk inline dengan G20
  4. Dibidang medical digital perlu regulasi keamanan dalam hal pemanfaatan kesehatan baik penggunaan platform dan seluruh informasi pada big data kesehatan , sehingga dapat dipastikan aman menghadapi regulasi external yang perlu dikonelsikan antar negara.
  5. Perlu didorong digital talent start up company yang dimotori oleh peranan perempuan melalui program she hack yang dipromosikan operator terutama aplikasi yang digunakan selama pandemic agar dapat diangkat pada working group G20.
  6. Literasi Digital  dalam hal pengembangan talent digital yang diadakan oleh Asosiasi seperti sosialisasi Webinar digital, lomba talent digital  , pemanfaatan internet untuk UKM dan penciptaan ekonomi digital agar diperkuat dengan program kominfo serta disertakan dalam usulan working group`
  7. Inovasi teknologi kesehatanan digital sebagai hasil karya dapat difasilitasi kominfo di Industri
  8. Perusahaan Start up memberikan masukan agar regulasi perlindungan data dan  investasi  e commerce agar  lebih ramah   serta dapat diangkat pada G20.

Menutup acara Menteri Kominfo menyampaikan bahwa regulasi dalam hal perlindungan perlindungan data dan investasinyanya akan menjadi core discussion sebagai kepentingan prioritas negara , berbagai usulan kominfo lebih lanjut  akan menerima   terbuka sebagai bentuk preposisi yang akan ditawarkan pada forum group G20 yang akan diadakan.

Rpp / apmi/ IX/ 2021

 

Update Berita

Ravi Vision Dituntut 3,5 Tahun Penjara Kasus Pembajakan TV Berlangganan

Ravi Vision Dituntut 3,5 Tahun Penjara Kasus Pembajakan TV Berlangganan

GRESIK - Dugaan tindak pidana PT Krista Rafi Nusantara (Rafi Vision) yang menyiarkan siaran televisi ...
Rafi Vision TV Kabel Jawa Timur Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Rafi Vision TV Kabel Jawa Timur Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara

JAKARTA - Kasus dugaan tindak pidana PT Krista Rafi Nusantara (Rafi Vision) yang menyiarkan siaran ...

Hubungi Kami

  • Alamat Kami:
    Menara Multimedia Lantai 15 Jl. Kebon Sirih No. 12 Jakarta Pusat 10340
  • +62213860500,
  • riopanca@gmail.com, riopanca@apmi.or.id